Coret-coret lagi; after a Hiatus for so long

Honestly akhir-akhir ini banyak ide-ide buat nulis tapi pas mau dibawa nulis tiba-tiba buntu.

Bingung harus cerita dari mana, mulai dari mana. Banyak banget yang terjadi. Ada hal-hal yang sengaja ngga akan mau aku rekam dalam tulisan disini, padahal rasanya pengen banget cerita numpahin semua uneg-uneg nya. But i am determined to keep it myself, sedang belajar ikhlas dengan cara yang paling mudah bagi diri sendiri ceritanya HAHA.

Ada juga hal-hal yang pengen banget aku tuangkan disini, tapi pas mau nulis nge stuck banget.

Haha capek deh.

Btw, congratulations for my self!!^^~

Udah dua bulan terakhir ini aku menjalani “real life“. Dimana ketika kamu ngga melakukan apapun bakalan kerasa banget kalau kamu seorang yang ngga guna. Kalau dulu alasannya masih bisa lagi fokus ngerjain skripsi. Bertapa berminggu-minggu. Kalau ada yang ngajakin main mikir-mikirnya bisa 10x mikir.. 

Saat itu mikirnya ngga papalah sekarang jangan seneng-seneng dulu, abis lulus kan bisa. Eh ternyataa abis lulus mikirnya bisa 2x lipat hahaha lol!! 

sekarang? Rasanya tiba-tiba siklus agendaku berubah. 

Aku yang setiap hari keluar sekarang berubah jadi anak yang paling fleksible, paling siaga di rumah  bahkan paling sering jaga kandang alias home alone. Aku tibatiba berubah gitu jadi emak-emak rumah tangga yang ngurusin adek ketika ortu hampir seminggu keluar kota. Anter jemput sekolah dan nyapu ngepel (kalau ini seperti biasa), beres-beres sampai jemur baju, dan yang paling sebel adalah ngontrol adek makan-waktu tidur-dan bangunin subuh. Menguji kesabaran banget dan dari situ jadi sadar juga betapa aku masih jauh dari penyabar T.T huks!
Tapiii terlepas dari semua itu aku sadar nanti aku bakal menjalani keseharian itu setiap hari untuk waktu yang amat lama.

Aku selalu berpikir aku harus membiasakan diri dari sekarang untuk merasa senang dan enjoy selalu stay di rumah dengan berbagai macam tugas di dalamnya. Untuk kebaikanku jugaa, untuk aku terapkan nanti ketika sudah berkeluarga sendiri. (Pembenaran banget sih hahaha)… Pada dasarnya aku juga anak rumahan sih .__. yang bisa melakukan banyak jenis metime hanya di rumah😅

Artinya… Ya aku tak ingin menjadi perempuan yang ngga betahan di rumah, pulang bentar pengen jalan, kaki nya gatel pengen main terus, bawaannya mau hang out. Terlepas nantinya akan jadi IRT ataupun ibu bekerja. 

Abis ini rencanya bakal pelan-pelan ngerjain rencana-rencana selanjutnya. Bismillah, kalau dikerjaiin meskipun satu per satu pasti bakal kelar. Yang penting tetap berproses dan berprogres. Semoga dikuatkan, dijauhkan dari rasa mager, Allah mudahkan dan beri yang terbaik untukku dan untuk kalian semua yang sedang berjuang juga. 힘내!!😊

Iklan

Only Hope

Allahumma musharrifal quluub, sharrif quluubanaa ‘ala tho’atik🙏

“karena setelah beriman, akan selalu ada istiqomah yg di pertanyakan”

begitu tagline sebuah film yg meskipun sudah cukup lama ku tonton namun hingga kini begitu terus terngiang di kepalaku.

Kadangkala kita lengah, kadangkala kita lalai, kadangkala kita khilaf😭 namun niscaya kita tau, Allah yang Maha Pemaaf selalu menunggu kita kembali.

Berulang kali aku rasakan, saat hanya Dia satu-satunya dan selalu menjadi tempat aku kembali…ah, rasanya tak perlu menunggu waktu lama untuk merasakan ‘keajaiban’-Nya. Ketenangan, kesakinahan setelah duka yg kurasakan bukti nyata betapa Dia Maha Penyayang. Betapa Dia menyayangiku melebihi siapapun di jagad raya ini😄

Begitu aku pun merasa bersalah, karena sesungguhnya tak layak jika aku hanya menjadikan-Nya tempat berpulang. Seharusnya aku *selalu* menjadikan-Nya tempatku bersandar, bernaung, dan bertawakal di setiap nafasku.

Betapa tak tahu dirinya aku..😭

Hingga satu harapku..

Satu doaku..

Agar Dia selalu membuka pintu maaf untukku yang penuh kekurangan ini, Membimbing hatiku untuk berada pada kebaikan entah kemanapun hati dan kaki ini melangkah. Hidayah-Mu…yang ku pinta..sepanjang hayatku..

Tujuan Pernikahan yang Banyak Dilupakan Pasutri Padahal Amat Penting

wedding details 1

Sahabat Ummi, apa tujuan sebuah pernikahan? Tentunya ada berbagai macam jawaban yang bisa diutarakan. Ada yang tujuannya untuk melahirkan keturunan, ada yang tujuannya untuk menjaga kesucian, tujuan untuk bersenang-senang dengan pasangan. Namun ada satu tujuan pernikahan yang biasanya banyak dilupakan oleh pasutri, apakah itu?

Yap, tujuan menambah kedekatan pada Allah. Tidak banyak pasutri yang mau mengevaluasi pernikahannya, sudahkah pernikahannya itu menambah kedekatan masing-masing diri suami dan istri pada Allah? Atau justru setelah menikah, Allah makin jauh dari hati mereka karena saling sibuk. Yang suami sibuk bekerja, yang istri sibuk mengurus anak.

“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” (QS. An-Nahl : 72).

Mengapa banyak pasutri melupakan tujuan pernikahan yang satu ini? Penyebabnya berbagai macam, tapi yang paling pasti adalah begitu hebatnya godaan syetan terhadap pasangan suami istri, sehingga mereka berfokus pada hal-hal remeh dan sepele seperti kurangnya penghasilan suami, cemburu buta, posesif, pihak ketiga dan lain sebagainya.

Satu hal lagi, pernikahan menjadi jauh dari Allah karena kurangnya tarbiyah/pendidikan islam dalam diri pasutri tersebut.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa kita layangkan pada diri sendiri setelah menikah sekian lama:

1. Apakah ibadah wajib saya menjadi lebih baik dan intens setelah menikah?
2. Apakah hati saya semakin tenang dan tenteram setelah pernikahan?
3. Apakah saya telah menyadari bahwa masalah dalam rumahtangga pasti dirasakan setiap pasutri, memang dihadirkan oleh Allah agar keimanan makin kuat dan pernikahan makin lekat?
4. Apakah saya telah menjalankan semua kewajiban saya sebagai istri/ibu dengan baik?
5. Apakah saya semakin bijak dalam bersikap, ataukah masih sering mementingkan diri sendiri dan sulit mengendalikan ego?
6. Apakah saya menjadi lebih paham ajaran agama setelah menikah, atau justru semakin buta dan tuli dari pemahaman agama?

Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa memperlihatkan apakah pernikahan makin menjadikan diri kita dekat pada Allah (terlihat dari hati yang tenang, ibadah makin intens, sikap yang bijak, bertanggungjawab) atau justru menjauhkan kita dari Allah? Misalnya karena pasangan mengajak berbuat maksiat. Evaluasi diperlukan agar bisa mengetahui posisi kita di hadapan Allah, lalu melakukan berbagai hal untuk mengoreksi dan memperbaiki kondisi tersebut.
Semoga kita senantiasa ingat bahwa segala sesuatu di dunia ini hanyalah ujian, termasuk pernikahan, dan bahwasanya mendekat pada Allah merupakan suatu tujuan yang tidak boleh diabaikan.

sumber tulisan: Artikel UMMI

Kegagalan? Rencana Indah dan Pelajaran Berharga Dibaliknya

Setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan. Termasuk saya, mustahil saya tidak pernah merasakan kegagalan..
Bahkan banyak sejarah dan fakta yang membuktikan bahwa orang-orang sukses di dunia ini ditempa dengan berbagai macam kegagalan.
Seperti kata pepatah, kegagalan adalah kesuksesan yg tertunda.

Kegagalan yang paling besar dalam hidup.. Ah bukan, lebih tepat kalau saya membahasakannya dengan kegagalan yang paling membekas selama hidup saya.
…adalah saat saya tidak lolos ujian SNMPTN tulis tahun 2010, saya masih teringat saat itu saya menangis di kasur eyang saya, menghadap tembok, membelakangi pintu..
Berharap tidak ada ataupun anggota keluarga saya yang menyadarinya. (Padahal akhirnya semua keluarga tau saya tidak lulus dan tau kalau saya menangis diam-diam, kurang rapi nih acting nya 😂)
Saya berusaha meredam gejolak rasa kecewa, berharap air mata yang turun dapat seiring dengan luntur nya rasa kecewa dalam dada.
Anak baru lulus SMA yang berusaha menyimpan dan menahan gejolak segala rasa yang dirasakan ketika itu.
Lelah, bingung, kecewa dengan diri sendiri, sedih, malu. Semua perasaan itu bercampur aduk dan membuat dada ini penuuh hingga terasa sesak.
(Mungkin yang baca boleh komen: dih lebay, drama korea banget deh, sok melow, dll)
Bukan, ini kisah nyata. Bukan fiktif di novel-novel apalagi cuma drakor. Hahahha..
Begitu lah adanya yang terjadi pada saya ketika itu dan seperti itulah reaksi yang saya berikan ketika menghadapinya.
Tapi sungguh segala rasa yang hati kita pernah sekedar cicipi, rasakan, bahkan yang paling membekas dalam sekalipun.. Semua itu bagian dari proses pendewasaan kita hingga hari ini.

kegagalan
sumber gambar

Cerita di atas adalah sebagian kecil dari perjalanan bernama kegagalan dalam hidup saya. Begitu banyak kegagalan lain yang pernah saya alami selama ini, yang hingga saat ini saya yakini semua itu adalah bagian dari proses panjang yang telah Allah takdirkan untuk saya lalui.
Seberat apapun saat itu rasanya, tetap saja janji Allah yang paling nyata.. bahwa Dia tidak pernah ingkar dalam perkataannya; Dia tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan saya.
Hal itu mungkin yang menjadi energi besar bagi saya untuk bertahan dan melalui setiap masa-masa tersulit yang saya alami.
Keimanan saya diuji.
Di saat paling sulit menurut saya, akankah saya percaya, akankah keimanan saya yang maju menyelisihi hawa nafsu saya atau sebaliknya? Keimanan bahwa Allah tidak pernah mendzolimi hamba Nya, walau seberat apapun kegagalan dan ujian.
Saya percaya suatu hari nanti saya atau siapapun yang belum bisa meraba sisi baik dari kegagalan yang dialami akan menyadari… suatu hari nanti bisa tersenyum penuh syukur bahwa dibalik semua kepahitan dalam kegagalan ada rencana Indah yang Allah persiapkan untuk kita.
Hanya kesabaran, keimanan, dan pantang putus asa yang dapat mengantarkan kita menuju rencana indah tersebut..
Allah pasti melihat usaha kita, Allah pasti mengetahui isi hati kita, Allah pasti mendengar setiap bisik doa kita.
Allah pasti akan mengabulkannya, entah sekarang juga, besok, atau diganti dengan hal lain yang lebih baik dan pantas untuk kita.
Bahkan doa-doa kita yang belum dikabulkan oleh Nya di dunia akan menjadi tabungan pahala bagi kita kelak di akhirat. Menjadi jalan bagi kita untuk semakin mendekat ke Syurga Nya.. Tempat dimana tiada pernah lagi kita bertemu dengan kegagalan sekecil apapun.
Tenang saja, tiada pernah merugi berharap dan bergantung pada Nya, karena Rahman dan Rahim nya terus ada…tiada pernah sirna selama nya.

“Sometimes you have to wait until the final moment in life… To see what life is trying to teach you. You have to wait until the very end.”
-Doctors-

Tips Mengatasi Rasa Cemas

Sebagai seorang manusia sangat wajar jika ada saat-saat dimana kita mengalami rasa cemas.

Rasa cemas sewaktu hendak menghadapi tes/ujian, rasa cemas menanti kepastian, rasa cemas dalam berharap sesuatu, rasa cemas menghadapi situasi atau dalam berinteraksi dengan orang lain, rasa cemas mikir kapan lulus, rasa cemas mikir kapan kerja, rasa cemas mikir kapan jodoh datang #eaaprikitiw, dan banyak lagi rasa cemas karena hal-hal lainnya.

Berikut ini adalah tips-tips yang aku lakukan sepanjang hidupku ketika rasa cemas datang melanda :”

  1. Berdoa alias dzikir

Sudah tertulis di dalam Al Quran bahwa dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang. Langsung praktekin aja konkretnya, biasanya dzikir yang aku baca seperti ini, Hasbiyallaahu Laailaha Illa Huwa ‘Alaihi Tawakkaltu wahuwa Rabbul ‘Arsyil ‘Aadziiim. Tapi dzikir ini aku baca ngga hanya ketika cemas atau takut. Aku baca di pagi dan sore hari atau sehabis shalat sebanyak 7 kali. Dzikir ini pertama kali aku pelajari ketika menonton kajian youtube nya Ustadz Bachtiar Nasir, salah satu ustadz favorite-ku.

Konon katanya dzikir ini adalah dzikir untuk kesedihan, dzikir anti galau, atau semacamnya gitu lah. Sebagaimana riwayat Al Imam Abu Daud Radiyallahu Anhu :

‘Barangsiapa di pagi hari atau di sore hari membaca Hasbiyallaahu Laailaha Illa Huwa ‘Alaihi Tawakkaltu Wahuwa Rabbul ‘Arsyil ‘Aadziiim” sebanyak 7 kali, maka Allah akan melindunginya dari apa yang dirisaukannya, apakah ia membacanya dengan kesungguhan atau tidak dengan kesungguhan” (H.R. Abu Dawud)

Terlebih lagi jika hadirkan makna kalimat itu di saat kita membacanya.

  1. Beli makanan/minuman yang diinginkan

Karena menurut aku, makanan atau minuman kesukaan bisa dijadikan mood booster. Bahagia itu sederhana. Sekotak teh kotak, setangkai eskrim, sekotak nescafe warna biru, sebungkus sari gandum coklat, atau segelas greentea bisa membuat aku lebih bersemangat, positive energy, dan positive thinking.

  1. Tidur

Hahaha maafkan poin yang ketiga ini. but seriously it works for me!! Biasanya klo lagi galau cemas dan aku bawa tidur, meskipun ngga membantu solusi konkretnya tapi setidaknya ketika bangun pikiran lebih adem dan bisa mikir langkah selanjutnya, bisa mikir nyari solusi.

  1. Nyari orang yang bisa diajak bercanda

Bercanda atau bergurau bisa merilekskan otak dan perasaan. Siapa tau disela-sela canda tawa ada diskusi ringan yang bisa memberikan sudut pandang lain dan membuat aku lebih open mind tentang masalah yang menjadi sumber kecemasanku.


Begitulah tips mengatasi rasa cemas ala aku. Maafkan kalau banyak sekali ketidakcocokan di antara kita (saya dengan pembaca), tapi ngga ada salahnya kalau suatu saat dicoba juga. Siapa tau ada yang berhasil hihihi.

The last… Menurut aku sejatinya rasa cemas itu manusiawi, karena manusia adalah makhluk lemah. Tapi jika berlebihan dalam mencemaskan sesuatu, mungkin itu karena adanya kurang kedekatan kita sama Allah. Dengan menjaga hubungan sama Sang Khaliq, berpasrah dan yakin akan ketetapan Nya, niscaya cemas itu sendiri akan berkurang. Karena kita yakin bahwa semua yang terjadi adalah ketetapannya dan tidak ada yang terjadi di luar pengawasan Nya. Dengan menyakini hal itu, tak perlu ada rasa cemas berlebih atau ketakutan yang berlarut..

Things To Do in March 

Writing Challenge pertama di bulan ini bertajuk “Rencana-Rencanamu di Bulan Maret”. Tema yang sangat pas! Tulisan ini sekaligus membantuku membuat jadwal kegiatan, goals, dan hal-hal yang ingin dicapai dalam satu bulan ke depan.

Yang pertama dan paling utama, rencana bulan ini adalah acc draft skripsweet!! Bismillah.. doain yaa semoga dimudahkan dan kesampaian. Dikarenakan jadwal timeline daftar-persiapan-dan ujian jurusanku yang sangat teratur dan ketat, kesempatanku buat daftar ujian tinggal bulan ini (kalau mau ikut wisuda Mei), honestly I fell desperate but still……kudu semangat sampai akhir, tinggal dikit lagi Thin!

Kedua, insha Allah eyang mau dateng ke Yogya. Masa ada eyang dateng dianggurin ngga diajakin kemana-mana. So, aku harus meluangkan waktu untuk halan-halan di Yogya sama keluarga.

Ketiga, kemarin ada yang ngajakin rihlah ke daerah Prambanan, rencananya ke Tebing Breksi atau ke Candi Ratu Boko. Jadi aku masukkan juga ke dalam list to do bulan ini. maklum kita bukan anak hits Yogya… jadi masih banyak tempat yang bagus-bagus di Yogya tapi belum pernah didatengin.

Keempat, meng-istiqomah-kan kembali writing challenge bulan Maret, secara Februari kemarin bener-bener hiatus T^T.

Kelima, mewujudkan wacana baca artikel dan ebook yang udah di save banyaaak tapi sampai sekarang sebagian besarnya masih dianggurin. Sepaket juga sama belajar dan mulai nyicil menghafal surat pilihan(ku).

Keenam, mau ke cafe kopi yang belum lama buka. Lokasinya deket banget sama sekolahan adek. Buat ngopi? Engga, minum yang lain aja selain kopi xD *niatnya buat cari suasana baru.

Semoga aktivitas apapun yang dilakukan bulan ini diberikan kelancaran, kemudahan, dan dimampukan oleh Allah dalam mewujudkannya. Untuk mencapai suatu tujuan harus selalu ada usaha dan perjuangan yang dilakukan, namun jangan lupa iringilah usaha kita dengan doa dan tawakal. Agar kelak apapun hasilnya tidak membuat kita menjadi sombong dengan keberhasilannya ataupun kecewa dan putus asa karena kegagalannya.

Yang penting senantiasa meluruskan niat agar segala apapun yang dilakukan bernilai ibadah, berpahala, dan mengantarkan kepada keridhoan Nya.

Jika di ujung hari kamu merasa sangat lelah, maka bersyukurlah.. Lepaskanlah lelahmu dengan keikhlasan. Dan bertekadlah untuk melanjutkan kembali perjuangan di esok hari. Dengan begitu kita telah mengusahakan agar lelah kita lilLah, karena Allah..

My Good Habit, Let’s Try!

Kebiasaan baikku yang selalu aku lakukan adalah ketika bangun di pagi hari aku minum segelas air hangat atau air madu hangat.

Kebiasaanku minum segelas air hangat ketika  bangun tidur sudah aku lakukan sejak lama, entah ketika SMP atau SMA. Namun kebiasaan minum air madu hangat baru aku jalani setahun lebih belakangan ini.

Enakan mana, air hangat saja atau air madu hangat? Jelas lebih enak air madu hangat, hehe.

Pernah sewaktu awal kuliah dulu ketika masih maba alias mahasiswa baru, aku sering mengikuti banyak pelatihan atau daurah atau training yang waktunya 2-3 hari. Otomatis keadaan itu membuat aku bermalam di suatu tempat. Ketika pagi hari tiba, aku harus membiasakan diri hanya minum air putih biasa. Awalnya ga enak banget alias jetlag, tapi Alhamdulillah sekarang sudah terbiasa dengan keadaan darurat seperti itu. Kalau dalam situasi normal, kebiasaan minum ini jarang aku tinggalkan.

Manfaat yang aku rasakan dengan minum air madu hangat, tubuh jelas lebih berenergi untuk memulai aktivitas. Ketika bangun dan langsung beraktivitas tanpa minum rasanya lemes dan lemot alias lambat gerak. Selain itu aku minum air madu karena aku punya maag. Air madu bisa untuk terapi lambung.

Dulu aku  minum air rebusan kunyit untuk terapi lambung.

Cara bikinnya:

~ Beberapa batang kunyit dikupas, dicuci bersih lalu digeprek.

~ Masukkan kunyit ke dalam panci.

~ Tambahkan air lalu direbus hingga mendidih.

~ Air rebusan disaring dan ditambahkan 2-3 sdt gula (ga pake gula juga gapapa kalau tahan sama rasanya XD).

Alhamdulillah sejak itu kumatnya berkurang drastis banget. Aku bertekad bikin air kunyit sendiri setiap pagi saking seringnya maag dan sampai bener-bener mengganggu aktivitas.

Berkat rajin minum air kunyit akhirnya maag ku berangsur membaik. Sejak itu aku mulai jarang bikin air kunyit hingga akhirnya ngga pernah bikin lagi.. karena hampir ngga pernah lagi kumat2an maag nya.

Kemudian di rumah ada kebiasaan baru nyetok madu. Aku ganti deh terapi lambung pake air madu hangat.

Cara bikinnya lebih mudaaah sekali. Ini resep ala Fathin ya, sebenernya kalau mau nyeduh madu tuh ya bebas-bebas aja mau gimana takarannya karena prinsip bikinnya hanyalah melarutkan beberapa sendok madu ke dalam segelas air dan diminum.

Cara membuatnya:

~ Siapkan setengah gelas air yang sangat hangat ke gelas lalu tambahkan 3 sdt madu ke air hangat tersebut

~ Aduk hingga madu larut sempurna kemudian tambahkan lagi air hangat sesuai selera dan tinggal minum deeh.

Gampang banget kan, sambil merem juga jadi 😉

Madunya ngga harus 3 sdt, mau lebih banyak juga gapapa tergantung selera. Yang jelas madu nya jangan diaduk di air panas karena berdasarkan pengalaman madu jadi susah larut. Lebih baik dilarutkan di air hangat atau air biasa.

Boleh dicobaa loh, dijamin insha Allah pagimu lebih berenergi, lebih sehat (dan manis) karena diawali dengan air madu ^^

madu
gambar dari sini

Note: madu bisa dibeli di toko herbal manapun. Biasanya kalau di sekitaran UGM ada di Ihya, istana herbal. Tapi kalau aku langganan beli madu di jalan veteran (pabrik susu SGM yang deket bonbin ke selatan) tokonya ada di kiri jalan. Disana ada banyak banget jenis madu asli dengan jenis dan harga yang bervariasi mulai 50 rb an sampai ratusan ribu per kg nya.

#bukanjualan #bukanpromosi #bukansayayangjual xD